Saudaraku, hidup kita memang penuh dengan misteri, bahkan kita tidak tau kenapa kita bisa bernafas, berbicara, dan melihat dari manakah gerakan semua itu.
Saudaraku, kita berangkat dari alam yang kita tidak tau dan tiba-tiba kita hidup di dunia ini artinya hidup ini sebuah perjalanan kita, yaitu perjalanan yang harus kita perjuangkan.
Saudaraku, bayangkan diri kita ini adalah kerangka yang hanya di tutupi oleh daging dan kita tidak bisa dari kehidupan ini karna di sinilah hidup kita, kita telah menjadi orang islam yang hidup dalam derita.
Saudaraku, Allah menciptakan rambut, wajah, kulit, mata, dan tulang kita dengan gratis oleh karna itu marilah kita bersyukur pada Allah atas nikmatnya. Dan sebaliknya saudaraku, apakah kita sudah bersyukur pada orang tua kita yang telah bersusah payah membesarkan kita
Orang tua kita telah mengorbankan perasaan, tenaga, dan air matanya untuk kita, marilah kita bersyukur, bersyukur itu tidak sekedar mengucapkan rasa syukur tetapi harus di barengi dengan takwa dan kita harus taat dengan apa yang diperintahkan oleh orang tua kita, begitu juga dengan ketaatan kita kepada Allah.
Saudaraku, usia kita ini terbatas semakin hari usia kita bukan semakin bertambah panjang tetapi sebaliknya bertambah pendek menuju kubur, kita ini calon mayat saudaraku. Jadi kita harus memanfaatkan umur supaya umur yang kita miliki tidak sia-sia.
Saudaraku, tidak semua yang kita harapkan itu terlaksana, sehebat apapun usaha kita pada akhirnya hanya Allah yang bisa menentukan hasilnya. Cita-cita kita itu sebenarnya lebih panjang daripada ajal namun, setinggi apapun keinginan kita tetap tidak bisa dipenuhi oleh kemampuan kitakarna pada dasarnya kita sering dihadapkan dengan berbagai macam kesulitan dan juga hambatan
Tapi saudaraku, yakinlah dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan jadi jangan jadikan perjuangan kita sia-sia dan marilah kita melangkah sungguh-sungguh dengan sepenuh hati dan tidak merasa terpaksa dalam belajar, kita akan menjalani hidup ini dengan rasa sabar.
Hidup adalah proses belajar yang tiada akhir dan dalam hidup ini kita harus memiliki cita-cita karna cita-cita adalah pengerak hati untuk terus berjuang. Dengan cita-cita pula kita mempunyai pikiran dan harapan.
Karna jika tidak dengan harapan seorang ibu tidak mungkin menyusui anaknya maka karna harapan itulah orang tua kita mau menyusui kita, mungkin orang tua kita mengharapkan kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah oleh karna itu marilah kita menjadi orang yang bemanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain.
Saudaraku, ada tiga hal yang mengikuti kita ketika dikuburkan pertama adalah keluarga, kedua adalah harta dan ketiga adalah amal. Setelah kita dikuburkan yang kembali adalah keluarga dan harta sementara yang tinggal adalah amal kita.